Senin, 01 Oktober 2012

SISTEM PENANGKAL PETIR DI GEDUNG


Sistem penangkal petir  adalah suatu sistem untuk menangkal atau mencegah bangunan dari sengatan petir.
Ruang lingkup pekerjaan dari system penangkal petir di suatu bangunan meliputi 4 pekerjaan utama, yaitu:
  • Pemasangan  instalasi terminal udara (air terminal) 
  • Pemasangan instalasi pernghantar pertanahan (down conductor) 
  •  Pemasangan instalasi terminal dan elektroda pertanahan. 
  •  Pekerjaan lain yang menunjang pekerjaan tersebut diatas, seperti pembuatan bak  kontrol.
1.   Air Terminal (Terminal Udara)
      Sistem air terminal ini harus mampu melindungi seluruh bangunan serta sekelilingnya dari sambaran petir dan tidak mempengaruhi peralatan elektrik yang ada dalam bangunan.  Terminal udara (air terminal) yang digunakan ada  2 macam, yaitu: system Radio aktif air terminal(terminal udara radio aktif) dan Non Radio Aktif Air terminal (terminal udara non radio aktif).

2.    Down Conductor (penghantar)
      Down conductor terdiri dari satu jalur menghubungkan secara listrik dengan sempurna  antara air terminal dengan system pertanahan. Down conductor terdiri dari kabel korial (kabel BC) dari air terminal hingga kotak sambung (junction box) di lantai dasar.

3.   System Pertanahan (Grounding system)
     Elektroda pertanahan harus dimasukan ke dalam tanah secara vertical, batang tembaga harus dilindungi terhadap korosi dengan serbuk arang disekitar tembaga.
Terminal pertanahan (bak control)

4.  Pekerjaan Penunjang
      Diantara penunjang dari sistem penangkal petir adalah bak kontrol untuk melindungi perkabelan dan  sistem pertanahan.

(by A. Loekmantara, sumber: dari berbagai sumber)

1 komentar: