Rabu, 13 Februari 2013

Mendesain penggunaan exhaust fan atau ceiling fan dalam ruangan

Dalam memilih exhaust fan, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah luas ruangan dan fungsi dari ruangan tersebut


Spesifikasi exhaust fan  yang harus diperhatikan yaitu:
  • Konsumsi listrik (watt).
  • RPM yaitu rotation per minute atau putaran kipas per menit. Semakin tinggi RPM, semakin cepat sebuah exhaust fan menarik udara.
  • Noise atau tingkat keberisikan suara exhaust fan dalam satuan desibel (db).
  • Air volume, yaitu volume udara yang mampu ditarik oleh exhaust fan. Volume udara biasanya ditulis dalam satuan CFM (Cubic Feet per minute) atau CMM (meter kubik per menit) atau CMH (meter kubik per jam).

Luas dan fungsi ruangan menentukan seberapa besar  air chage rate   atau tingkat keperluan pertukaran udara yang ditulis dalam satuan ACH (air changes per hour).

SATUAN DALAM SISTEM ME


A

B

BTU singkatan dari british thermal unit, merupakan satuan energi yang digunakan di Amerika serikat, dan juga masuh sering di pakai di Britania raya(inggris) pada sistem pemanas da pendingin. Sekarang satuan ini mulai digantikan dengan satuan energi dari unit SI yaitu joule (J)
Satu BTU di definisikan sebagai jumlah panas yang dibutuhkan untuk meningkatkan suhu 1 pound (sekitar 454 gram) air sebanyak 1 derajat fahreinheit. 143 btu dibutuhkan untuk mencairkan 1 pound es.  Satuan BTU di indonesia sering dijumpai dalam pemakaian kapasitas AC.


BTU/h  singkatan dari British thermal unit per hour, satuan daya pendinginan AC yang berasal dari inggris.

C

Cfm adalah satuan aliran udara dalam cubic feet per menit (cubic feet / min)


Cmh adalah  satuan aliran udara dalam  meter kubik per jam  (cubic meter /  hour ) Ket: Cfm dan cmh sering muncul ketika 

akan membeli exhaust fan kamar mandi, exhaust untuk kitchen dll. Perbandingannya adalah: 1 cmh = 0.5883 cfm

H


HP singkatan dari Horse Power, istilah lain dari PK (Paard Kracht) atau tenaga kuda yang merupakan satuan daya. 


P


PK singkatan dari Paard Kracht atau sama dengan istilah HP (Horse Power) atau daya kuda, merupakan satuan untuk daya. Dalam utilitas gedung (bangunan) istilah ini banyak digunakan untuk satuan daya kompresor AC.


Jumat, 12 Oktober 2012

MENDESAIN SISTEM PLUMBING DALAM SUATU GEDUNG



Ketika kita akan memulai mendesain sistem plumbing dalam suatu gedung, setidaknya kita harus mendesain  item sebagai berikut:
  1. Mendesian sistem penyediaan air bersih, termasuk penyediaan air panas pada apartemen atau hotel jika diperlukan.
  2. Mendesain sistem penyaluran air buangan dan vent  
  3. Mendesain ground tank, roof tank dan pompa yang digunakan  
  4. Menghitung Bill of Quantity (BQ) dan rencana anggaran biaya

1. Mendesain Sistem Penyediaan Air Bersih
 Dalam mendesain sistem penyediaan air bersih, yang harus diperhatikan adalah

Sumber air bersih.
Sumber air bersih untuk mensuplay gedung berasal dari mana? Apakah dari PDAM atau sumur deep well atau gabungan dari PDAM dan sumur deep well

Sistem Distribusi.
Sistem distribusi meliputi sistem yang akan di pakai dalam menyalurkan sistem air bersih ke outlet, atau dari tandon (ground tank) ke roof tank (tandon atas), dan juga pemipaan. Dalam penyaluran airbersih ke outlet menggunakan sistem grafitasi atau menggunakan pompa booster. Dan juga perencanaan pompa transfer serta memakai  sistem wlc (water level control) atau manual

Sistem Pemipaan
Dalam mendesain sistem air bersih ini, yang tak kalah pentingnya adalah menentukan jenis pipa yang akan digunakan. Untuk pipa transfer biasanya menggunakan pipa galvanis, sedangkan untuk pipa pipa yang ke outlet, apakah menggunakan pipa galvanis, PVC atau PPR. Dewasa ini pipa PPR biasanya menjadi pilihan utama untuk air bersih yang menuju outlet. Sedang untuk pipa transfer biasanya menggunakan pipa galvanis.

Kapasitas air yang dibutuhkan
Kita juga harus mengetahui jumlah kapasitas dari ar bersih yang dibutuhkan. Ada beberapa metode dalam menentukan kapasitas dari sistem air bersih tersebut. Ada beberapa item yang harus diperhatikan, yaitu
  • Jumlah penghuni berapa? 
  • Pemakaian air rata-rata per hari (Q) = Jumlah penghuni x pemakaian air rata rata sehari, misal untuk apartemen 250 liter per orang 
  • Debit air rata-rata per hari (Qd) = 120% x Q, dimana 20 % merupakan tambahan untuk antisipasi kebocoran, perawatan alat plumbing, dan kebersihan gedung. 
  • Pemakaian air per jam (Qh) = Qd /t    dimana t = lamanya waktu pemakaian ai per hari (jam)
  •  Pemakaian air pada jam puncak (Qh max) = C1 x Qh , dimana C1 = koefisien: 1,5 – 2,0

(lanjut…………)

Senin, 01 Oktober 2012

SISTEM PENANGKAL PETIR DI GEDUNG


Sistem penangkal petir  adalah suatu sistem untuk menangkal atau mencegah bangunan dari sengatan petir.
Ruang lingkup pekerjaan dari system penangkal petir di suatu bangunan meliputi 4 pekerjaan utama, yaitu:
  • Pemasangan  instalasi terminal udara (air terminal) 
  • Pemasangan instalasi pernghantar pertanahan (down conductor) 
  •  Pemasangan instalasi terminal dan elektroda pertanahan. 
  •  Pekerjaan lain yang menunjang pekerjaan tersebut diatas, seperti pembuatan bak  kontrol.
1.   Air Terminal (Terminal Udara)
      Sistem air terminal ini harus mampu melindungi seluruh bangunan serta sekelilingnya dari sambaran petir dan tidak mempengaruhi peralatan elektrik yang ada dalam bangunan.  Terminal udara (air terminal) yang digunakan ada  2 macam, yaitu: system Radio aktif air terminal(terminal udara radio aktif) dan Non Radio Aktif Air terminal (terminal udara non radio aktif).

2.    Down Conductor (penghantar)
      Down conductor terdiri dari satu jalur menghubungkan secara listrik dengan sempurna  antara air terminal dengan system pertanahan. Down conductor terdiri dari kabel korial (kabel BC) dari air terminal hingga kotak sambung (junction box) di lantai dasar.

3.   System Pertanahan (Grounding system)
     Elektroda pertanahan harus dimasukan ke dalam tanah secara vertical, batang tembaga harus dilindungi terhadap korosi dengan serbuk arang disekitar tembaga.
Terminal pertanahan (bak control)

4.  Pekerjaan Penunjang
      Diantara penunjang dari sistem penangkal petir adalah bak kontrol untuk melindungi perkabelan dan  sistem pertanahan.

(by A. Loekmantara, sumber: dari berbagai sumber)

RINGKASAN ADMINISTRASI PROYEK

ADMINISTRASI KONTRAK

1. Pendahuluan

Definisi Kontrak
 Umum: Suatu perjanjian yang dilindungi oleh Undang-Undang
Sisi Kontraktor: “Perjanjian antara Kontraktor dengan Pengguna Jasa menurut kesanggupan Kontraktor untuk melaksanakan kewajiban atas ketentuan-ketentuan yang telah disepakati dan untuk itu berhak mendapat pembayaran yang dituangkan dalam Dokumen Kontrak beserta dokumen-dokumen lain yang ditetapkan bersama yang merupakan bagian dari dokumen kontrak tersebut.

Dokumen Kontrak
Semua Dokumen yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak, terdiri dari Surat Perjanjian dilengkapi dengan segala bagian dokumen terkait seperti dok. tender, proposal penawaran Kontraktor & dok. lain terkait sebelum penandatanganan Kontrak.
 
2. Perencanaan
  •  Peninjauan Dokumen Kontrak  
  • Identifikasi resiko 
  • Rekomendasi hasil tinjauan Dokumen Kontrak
 Peninjauan Dokumen Kontrak
 a. Review Dokumen Kontrak: 
  • Syarat Kontrak
  • Spesifikasi Teknik 
  • Cara Pembayaran
  • Method of Measurement
b. Memahami hak & kewajiban Kontraktor dan Pemberi Tugas
c. Memahami Tugas dan wewenang Wakil Pemberi Tugas (Engineer)
 
Identifikasi Resiko
  • Resiko fisik: keadaan tanah, cuaca, lingkungan, ketersediaan sumber daya 
  • Resiko penundaan & sengketa: status lokasi proyek, pembebasan lahan, info yang tidak lengkap dll. 
  • Resiko Supervisi: spesifikasi tidak jelas, kesalahan dokumen, dsb. 
  • Resiko kerugian terhadap orang dan properti 
  • Resiko dari faktor external: kebijakan pemerintah, izin-izin, perang, kerusuhan dll. 
  • Resiko Pembayaran: progress tidak diakui, inflasi, tata cara pembayaran dll. 
  • Resiko hukum & penyelesaian sengketa: Dokumen tidak jelas, perubahan UU, dsb.
 3.  Pengendalian Saat Pelaksanaan
  • Monthly Statement & Interim Payment 
  • Asuransi 
  • Perubahan Pekerjaan 
  • Pencatatan & Pengarsipan 
  • Administrasi Subkontrak 
  • Klaim 
  • Serah Terima & Pemeliharaan
 Monthly Statement & Interim Payment
  • Memahami proses & prosedur
  • Menyusun jadwal, monitor, proyeksi 
  •  Menyiapkan & menyusun Monthly Statement
  • Menyiapkan & menyusun Interim Payment 
  • Tindakan atas kelambatan pembayaran.
Asuransi
  • Lingkup perlindungan vs kewajiban 
  • Negosiasi : lingkup, premi, deductible 
  • Lingkup perlindungan mengcover perubahan 
  • Penanganan Klaim kerugian 
  Perubahan Pekerjaan
  • Identifikasi Sumber Perubahan 
  • Penelitian Perubahan yang Lumintu 
  • Konfirmasi Perintah Perubahan 
  • Dokumentasi
 Pencatatan & Pengarsipan
  • Memelihara arsip “kronologi harian”
  • Memelihara arsip “kontraktual”
  • Menandai perubahan gambar, spesifikasi, dll 
 Administrasi subkontrak
  • Proses pra kualifikasi
  • Penanganan dokumen subkontrak
  • Kondisi subkontrak back to back
  • Komunikasi perintah perubahan
  • Memastikan laporan prestasi subkon
  • Memastikan jaminan bank yang syah
  • Memastikan asuransi terhadap subkon
  • Final account settlement
 Klaim
  • Bagaimana membuat Notice of Claim
  • Bagaimana menanggapi engineer assesment ? 
  • Kalkulasi Biaya & waktu 
  • Bagaimana cara bernegosiasi ? 
 Serah terima dan Pemeliharaan
  • Proses dan prosedur
  • Definisi Pekerjaan selesai
  • Penyelesaian jaminan dan retensi
  • Tanggung jawab kontraktor dalampemeliharaan
  • Final account settlement

RINGKASAN TENTANG ADMINISTRASI PROYEK

ADMINISTRASI KONTRAK

1. Pendahuluan

Definisi Kontrak
 Umum: Suatu perjanjian yang dilindungi oleh Undang-Undang
Sisi Kontraktor: “Perjanjian antara Kontraktor dengan Pengguna Jasa menurut kesanggupan Kontraktor untuk melaksanakan kewajiban atas ketentuan-ketentuan yang telah disepakati dan untuk itu 'berhak mendapat pembayaran' yang dituangkan dalam Dokumen Kontrak beserta dokumen-dokumen lain yang ditetapkan bersama yang merupakan bagian dari dokumen kontrak tersebut.

Dokumen Kontrak
Semua Dokumen yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak, terdiri dari Surat Perjanjian dilengkapi dengan segala bagian dokumen terkait seperti dok. tender, proposal penawaran Kontraktor & dok. lain terkait sebelum penandatanganan Kontrak.
 
2. Perencanaan
  •  Peninjauan Dokumen Kontrak  
  • Identifikasi resiko 
  • Rekomendasi hasil tinjauan Dokumen Kontrak
 3.  Pengendalian Saat Pelaksanaan
  • Monthly Statement & Interim Payment 
  • Asuransi 
  • Perubahan Pekerjaan 
  • Pencatatan & Pengarsipan 
  • Administrasi Subkontrak 
  • Klaim 
  • Serah Terima & Pemeliharaan

Minggu, 30 September 2012

CARA MENGHITUNG KAPASITAS/ DAYA AC

CARA MENGHITUNG KAPASITAS / DAYA AC 

 1. Konversi BTU/H dan PK
  
Dalam menghitung kapasitas AC kita harus tahu dulu  satuan daya pendinginan AC yang di sebut BTU/hours  BTU per jam) atau disingkat BTU/hr. BTU/h  singkatan dari British thermal unit per hour, satuan daya pendinginan AC yang berasal dari inggris. Sedang PK (Paard Krcht) atau HP (horse power) yang berarti satuan tenaga kuda, yang dipergunakan dalam sistem AC merujuk pada daya kompressor AC, bukan menunjukan kapasitas pendinginan AC. Untuk daya pendinginan AC satuannya adalah BTU/h.

Jadi untuk mempermudah mengetahui antara BTU/h dan PK maka berikut ini adalah konversi dari sistem daya AC tersebut: 
 
½ pk setara dengan 5000 BTU/hr
¾ pk setara dengan 7000 Btu/hr
1 pk setara dengan 9000 btu/hr
1 ½ pk setara dengan 12000 btu/hr
2 pk setara dengan 18000 btu/hr
2 ½ pk setara dengan 24000 btu/hr
3 pk setara dengan 28000 btu/hr

Dan karena  satuan BTU/h mengacu pada sistem pengukuran  inggris (british) maka untuk perhitungan luas (dengan pakai rumus), digunakan ukuran feet (kaki)
misal jika 3 m = 10 kaki —> 1 m = 3.33 kaki
 
2. Cara Sederhana

Ketika kita mau merencanakan memasang AC untuk di rumah, kadang kita kebingungan menentukan kapasitas AC. Ada salah satu cara sederhana untuk menghitung besarnya kapasitas AC  yang dibutuhkan untuk mengkondisikan suatu ruangan.

Langkah pertama adalah menghitung luasan ruang yang akan dipasang AC. Kemudian kalikan dengan standar panas dalam ruangan seluas 1 meter persegi, yaitu 500 BTU /hr.
Misal: Ruangan yang akan dipasang AC berukuran 3x4 meter. Untuk menghitung AC yangdibutuhkan , luas ruangan 3x4 meter adalah:

(3x4)  x 500  = 6000 BTU/hr              dengan asumsi 1 m2 = 500 BTU/hr

Satuan daya AC dipasaran dikenal dengan PK.  Jadi untuk mengetahui dayanya yaitu dengan mengkonversikan satuan BTU/hr dengan PK (lihat konversi BTU/h ke PK diatas)

Yang perlu diperhatikan, bahwa kapasitasAC harus lebih tinggi dari panas ruangan yang akan dipasang AC. Jadi dari perhitungan untuk ruangan dengan luas 3x4 adalah 6000 BTU/hr, berarti kapasitas AC yang dibutuhkan di ruangan tersebut adalah 7000 btu/hr atau setara dengan ¾ pk.

3. Dengan Rumus

Disamping dengan cara menebak seperti diatas (cara sederhana), ada juga rumus untuk menghitung kapasitas / daya AC, yaitu:

(W x H x I x L x E) / 60 = kebutuhan BTU

W = panjang ruang (dalam feet)
H = tinggi ruang (dalam feet)
I = nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain). Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
L = lebar ruang (dalam feet)
E = nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur; nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.

Contoh: 

Ruang berukuran 3mx4m atau (10 kaki x 13 kaki), tinggi ruangan 3m (10 kaki) tidak berinsulasi, dinding panjang menghadap ke timur.  Keterangn   3 m = 10 kaki —> 1 m = 3.33 kaki
 Jadi kebutuhan BTU = (10 x 13 x 18 x 10 x 17) / 60 = 6630 BTU alias cukup dengan AC 3/4
  PK.

 (sumber : dari berbagai sumber)