Selasa, 20 Mei 2014

SISTEM TELEPON DALAM GEDUNG


     Dengan semakin majunya industri telekomunikasi maka diperlukan peralatan yang mendukung  jalannya proses komunikasi. Dalam perangkat telekomunikasi untuk keperluan intern atau lokal, misalnya dalam suatu gedung perkantoran, diperlukan suatu sistem telepon yang dinamakan sistem PABX. Sistem PABX berfungsi sebagai sentral komunikasi telepon di dalam gedung (pelanggan) yang terhubung dengan tekom.
      Dalam pekerjaan sistem telepon yang termasuk dalam peralatan utama adalah MDF telepon, PABX, Programing (billing sistem), dan beberapa pekerjaan yang berhubungan.

a.         PABX (Private Automatic Branch Exchange)
   
     PABX atau dalam bahasa Indonesianya dikenal dengan STO (Sentral Telepon Otomat) merupakan merupakan suatu alat yang berfungsi sebagai sentral telepon, dalam suatu lokasi tertentu, misal perkantoran.
    Perangkat ini akan mengatur panggilan yang masuk serta meneruskan panggilan ke nomor tujuannya, sehingga pengguna dapat dengan mudah melakukan panggilan ke nomor tujuan.
    Terdapat type dan jenis PABX, yaitu:
·         PABX Digital
Merupakan PABX yang menggunakan pesawat digital untuk ekstensionnya. Pesawat digital ini umumnya mendukung beberapa fitur seperti Confrence call, Paerty dan sebagainya.  Pesawat telepon digital hanya bisa digunakan / dipasangkan dengan PABX yang sama merk / type pesawat digital itu sendiri
·         PABX Analog
PABX yang hanya mendukung pesawat telepon biasa (seperti telepon rumah), kebalikan  dari PABX digital.
·         PABX Hybrid
PABX yang bisa menggunakan telepon digital dan analog pada port ekstensionnya.

  
b.         MDF (Main Distribution Frame)

    MDF merupakan kabinet bertemunya seluruh sambungan instalasi teleponm, baik dari cabang maupun dari luar (CO line). MDF memiliki 2 sisi koneksi, 1 sisi koneksi untuk kabel dari TB (Terminal Box), IDF maupun Telkom (CO line), sedangkan sisi lainnya murni dari unit PABX. Kedua sisi tersebut nantinya dihubungkan menggunakan kabel jamper (hubung), kabel 1 core dililit sepasang, berwarna hitam putih, atau merah biru dan lain-lain.

c.          Billing System
     Billing System PABX adalah Perangkat tambahan berupa Software dan Hardware  yang dijalankan pada komputer yang  terkoneksi  dengan  system  PABX  (  Sentral  Telepon  )  yang  fungsinya menghitung  biaya  pemakaian  telepon  per  extension  dalam  kurun waktu tertentu. billing  system PABX  ini  diciptakan  untuk  memantau  pemakaian telepon sebuah perusahaan / hotel secara realtime.  Atau dikatakan Billing System Untuk PABX adalah software untuk memonitor dan menghitung pemakaian telepon dari PABX, yang digunakan untuk Kantor, Hotel, Apartemen dan lain-lain.

    Telephone  billing  system  juga dapat  membantu  kantor-kantor  dalam mengawasi  pemakaian  telepon secara  berlebihan  dari  individu-individu yang  tidak  terkontrol dan  bukan  untuk  keperluan dan  kebutuhan  kantor. Sehingga  dengan  telephone  billing  system  kantor  dapat  mengontrol pemakaian telepon secara periodik dan sistematis.

(lanjut......)
(Dari beragai sumber....)

Senin, 19 Mei 2014

JENIS JENIS AC

 Menurut jenisnya AC yang biasa dipasang dari suatu gedung yaitu:
  • AC Split Wall
  • AC Cassette
  • AC Split Duct
  • AC Floor Standing
  • AC VRV
  • AC AHU

AC Split Wall
AC Split Wall  terdiri dari:
·         Unit indoor yang terdiri dari filter udara, evaporator dan evaporator blower, expansion valve dan controll unit,
·         Unit outdoor yang terdiri dari compresor, condenser, condenser blower dan refrigerant filter.
·         Pips Refrigeran, yang menghubungkan antara unit indoor dan unit outdoor. Pipa refrigeran ada 2 buah saluran,  satu buah untuk menghubungkan evaporator dengan compressor dan dan satu buah untuk menghubungkan refrigerant filter dengan expansion valve
·         Kabel power untuk memasok arus listrik untuk compressor dan condenser blower.
Kelebihan AC split Wall :
  •  Bisa dipasang pada ruangan yang tidak berhubungan dengan udara luar, misalnya pada ruangan yang posisinya ditengah pada bangunan Ruko, karena condenser yang terpasang pada outdoor bisa ditempatkan ditempat yang berhubungan dengan udara luar jauh dari ruangan yang didinginkan.
  • Suara didalam ruangan tidak berisik.




AC Cassette

AC jenis ini , indoornya menempel di plafon.  Jenis AC Cassette ini terdiri dari berbagai ukuran mulai dari 1.5pk sampai dengan 6pk. Cara pemasangan ac ini memerlukan keahlian khusus dan tenaga extra, tidak seperti memasang ac rumah atau ac split, yang bisa dipasang sendirian


AC Split Duct
AC Split Duct merupakan AC yang pendistribusian hawa dinginnya menggunakan Sistem Ducting. AC Split Duct tidak memiliki pengatur suhu sendiri-sendiri melainkan dikontrol pada satu titik.. Tipe AC ini biasanya digunakan di Mall  atau gedung-gedung yang memiliki ruangan luas.
AC Split Duct tidak pernah terlepas dari sistem Ducting yang merupakan bagian penting dalam sistem AC sebagai alat penghantar udara yang telah dikondisikan dari sumber dingin ataupun panas ke ruang yang akan dikondisikan. Perkembangan desain ducting untuk AC hingga saat ini sangat dipengaruhi oleh tuntutan efisiensi, terutama efisiensi energi, material, pemakaian ruang, dan perawatan.
Kelebihan:
·         Suara didalam ruangan tidak berisik sama sekali.
·         Estetika ruangan terjaga, karena tidak ada unit indoor.
Keurangan:
·         Perencanaan, instalasi, operasi dan pemeliharaan membutuhkan tenaga yang betul-betul terlatih.
·         Apabila terjadi kerusakan pada waktu beroperasi, maka dampaknya dirasakan pada seluruh ruangan.
·           Pengaturan temperatur udara hanya dapat dilakukan pada sentral cooling plant.
·          Biaya investasi awal serta biaya operasi dan pemeliharaan tinggi.


AC Floor Standing
AC Floor StandingAC Floor Standing sesuai namanya merupakan AC yang unit indoornya berdiri/duduk dan bisa dipindah-pindah sesuai dengan keinginan kita. Unit AC ini memiliki daya 3 pk – 5 pk, dan kebanyakan dipakai untuk acara-acara indoor yang memerlukan unit pendingin secara mendesak. Karena simple dan mudah dibawa kemana-mana, maka banyak orang yang menyewakan model AC jenis ini.


AC VRV
AC VRV  memiliki satu outdoor dan beberapa unit indoor dengan berbagai tipe seperti split wall, cassete, floor standing, dll
VRV = Variable Refrigerant Volume merupakan sistem kerja refrigerant yang berubah-ubah. VRV system adalah sebuah teknologi yang sudah dilengkapi dengan CPU dan kompresor inverter dan sudah terbukti menjadi handal, efisiensi energi, melampaui banyak aspek dari sistem AC lama seperti AC Sentral, AC Split, atau AC Split Duct. Jadi dengan VRV System, satu outdoor bisa digunakan untuk lebih dari 2 indoor AC serta dapat mengatur jadwal dan temperatur AC yang diinginkan secara terkomputerisasi, AC VRV  hemat energi, hemat listrik, dan hemat tempat.



Gbr. Outdoor AC VRV



AC AHU
AHU singkatan dari air handling unit. Biasanya digunakan untuk ruangan yang lebih besar. Untuk Bandara, ruang rapat, mall dan perkantoran yang luas biasanya menggunakan jenis ini.


Gbr. Sistem AHU untuk 4 lantai (2 AHU)




Gbr Indoor AC AHU


Gbr. Outdoor AC  AHU




BLOG INI MULAI AKTIF LAGI

Blog Contruction, Mechanical & Electrical Enggineering mulai aktif lagi, setelah lebih dari 8 bulan off. Jadi kepada rekan-rekan yang tertarik pada tema-tema mengenai mekanikal & elektrikal dalam suatu gedung, mulai hari ini kami mulai aktif lagi. Kepada rekan-rekan yang mengirim email untuk menanyakan sesuatu, yang tidak dibalas sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena terlalu sibuknya terhadap pekerjaan kami, sehingga blog ini begitu saja terlupakan, dan baru dibuka lagi hari ini tanggal 19 Mei 2014. dan saya ckup tercengang karena banyak komen yang saya sendiri kaget jga membacanya, ternyata banyak yang antusias meskipun baru tahap pengetahuan mekanikal dan elektrikal yang sederhana.

Semua sistem ini baru dalam bahasan yang sederhana, dan kami sudah mempersiapkan untuk pembahasan dalam yang lebih mendalam, tetapi karena keterbatasan waktu karena pekerjaan juga tidak bisa dikesampingkan, maka pembahasannya juga mungkin akan memerlukan waktu yang sangat panjang, Tetapi yang ingin diungkapkan oleh blog ini adalah membuka wacana, sehingga untuk mempelajari pengetahuan mekanikal dan elektrikal suatu gedung dengan mudah bisa dicerna, meskipun bukan dari blog ini.

Wassalam

A. Lukmantara


SISTEM ELEKTRIKAL GEDUNG

     Ruang lingkup pekerjaan elektrikal dalam suatu gedung adalah menyangkut persediaan sarana distribusi  listrik tegangan rendah  dari panel utama tegangan rendah (LVMDP (Low Voltage Distribution Paanel) ke panel sub distribusi hingga  peralatan atau accesories.
     Dalam gedung yang lebih besar lagi, ruang lingkup elektrikal dari suatu gedung juga menyangkut pengubahan tegangan menengah PLN (20ribu volt) menjadi tegangan rendah.  Pada gedung ini tegangan listrik didistribusikan dari saluran tegangan menengah melalui trafo menjadi saluran tegangan rendah 3 fase R,S,T, dimana tegangan antar fase 380 volt, dan 220 pada jalur netral.
     
1.         Sumber daya / tegangan

      Sumber daya utama / sumber tgangan listrik  dari gedung biasanya menggunakan sumber dari PLN. Disamping PLN,  maka gedung juga menyediakan sumber tegangan cadangan (emergency) jika terjadi pemadaman atau PLN mati, yaitu  dengan menyediakan Genset (Generator Set).   Genset biasanya dioperasikan jika ada gangguan atau pemadaman dari PLN, dan umumnya  telah diset sedemikian rupa sehingga ketika PLN mati maka dengan otomatis tegangan  disuplay dari genset, yang telah di set secara otomatis, dengan interval waktu hitungan detik.

2.         Distribusi daya

     Tegangan yang dibutuhkan oleh gedung adalah tegangan rendah. Sedang (untuk daya yang lebih besar) tegangan yang masuk dari PLN adalah tegangan menengah (20ribu volt). Sehingga diperlukan peralatan pengubahan dari tegangan menengah ke tegangan rendah. Aliran tegangan menengah diubah menjadi tegangan rendah melalui trafo, yang kemudian didistribusikan melalui panel distribusi utama tegangan rendah atau  LVMDP (Low voltage distribution panel) . Dari panel tegangan rendah ini kemudian disitribusikan ke panel sub distribusi  (atau disebut jua dengan panel MDP (main distrubution paanel) atau ada juga yang menyebut panel SDP (sub distribution panel) dan seterusnya ke panel peralatan hingga outlet  pemakai (stop kontak, lampu dan lain-lain).
    
a.         Panel
     Dalam sistem instalasi di gedung biasanya panel terdiri dari 2 macam, yaitu panel tegangan menengah yang biasanya di sebut dengan penel MV (medium Voltage) atau yang sering disebut juga dengan nama panel cubicle dan panel tegangan rendah (low voltage).

a.1.Panel Tegangan Menengah (MV)
     Panel tegangan menengah (panel MV (Medium Voltage) atau sering disebut juga panel  cubicle ada yang disediaan oleh PLN, dan biasanya menjadi tanggung jawab PLN, yang disebut dengan cubicle PLN, yang menghubungkan  jaringan  tegangan menengah PLN dengan cubice gedung. Panel ini terdiri dari 3 macam, yaitu cubicle incoming, metering dan cubicle outgoing. Panel MV yang lainnya biasanya disebut dengan cubicle pelanggan, yang menghubungan dari panel MV (cubicle PLN) dengan Trafo.

b.       Panel Genset
    Dalam suatu gedung untuk mengkover  sumber daya dari PLN jika mati, maka disediakan sumber daya lain dari Genset. Untuk memasuki didtribusi tegangan renndah ke gedung, maka daya dari genset kemudian dialirkan melauli panel Genset., yang secara otomatis akan menghidupan genset jika PLN mati.
      Panel Genset dilengkapi dengan  A.M.F - A.T.S , singkatan dari Automatic Main Failure - Automatic start and stop Genset. Fungsi Dari A.M.F(Automatic Main Failure) Adalah s ecara Automatic  Menghidupkan (Start) Genset ketika  suplai Listrik dari PLN Gagal / Padam. sedangkan Fungsi dari A.T.S (Automatic Transfer Switch) Adalah secara Automatic Membuka Suplay listrik dari genset dan menutup suplay listrik dari PLN dan sebaliknya membuka  suplay listrik dari PLN dan Menutup suplay listrik dari genset secara Automatic ketika Suplay  listrik dari PLN kembali.

b.1, Panel  Sinkron
    Jika sumber daya emergency lebih dari 1 genset (misal 2 genset), maka perlu kedua genset itu perlu disinkronan supaya saling memperkuat, dan tida saling memperlemah.
      Synchrounizing adalah suatu proses penggabungan dua atau lebih sumber  listrik untuk memperoleh suatu sumber listrik yang lebih besar. Synchroun dapat dilakukan antara Genset dengan Genset atau Genset dengan PLN ketika 2 atau lebih generator sets running bersama untuk  mensupplay sebuah system kelistrikan, Genset tersebut harus disinchronkan secara manual atau automatic sehingga  mempunyai phase, voltage dan  frekwensi yang sama.
     Jadi panel sinkron berfungsi untuk mensinronkan 2  buah sumber listrik atau lebih (2 genset atau lebih) sehingga mempunyai phase, voltage dan frekwensi yang sama, sehingga memperoleh suatu sumber listrik yang besar.
     Karena tegangan yang dihasilan oleh genset merupakan tegangan rendah, maka outgoing dari panel sinkron kemudian dialirkan ke panel LVMDP.

c.          Panel Tegangan Rendah
 Panel tegangan rendah terdiri dari panel utama yang disebut dengan LVMDP (Low voltage distribution panel), sub panel dan kemudian ke panel-panel PP, Panel AC dan lain-lain.

 c.1. Panel LVMDP
      Fungsi dari low Voltage main distribution panel (LVMDP) adalah sebagai panel penerima daya/power dari transformer (trafo) dan mendistribusikan power tersebut lebih lanjut ke panel Low voltage sub distribution (LVSDP), Menggunakan Air Circuit Breaker atau moulded case Circuit Breakers, panel sub distribusi akan mendistribusikan power tersebut ke peralatan electrical sedangkan fungsi Low voltage sub distribution (LVSDP) adalah mendistribusikan power tersebut ke peralatan electrical



(Lanjut)

MENGENAL TEKHNOLOGI AC (AIR CONDITIONING)

Disamping AC konvensional, seiring berkembangnya waktu dan adanya kemajuan teknologi, sekarang ini dikenal juga  varian AC seperti: AC Low Wattage,  AC Inverter dan AC VRV.

a.       AC Low Wattage

Daya listrik pada AC Low Wattage sebagian besar dikonsumsi oleh kompresor AC. Teknologi watt kecil menggunakan kompresor yang lebih kecil, sehingga daya listrik lebih kecil. Dan untuk mencapai kemampuan memindahkan panas yang sama (mis : 1 pk = 9000 BTU/hour), salah satu diantaranya adalah dengan memperkuat kipas angin di outdoor unit. Jika volume udara yang ditiup lebih banyak, maka panas yang dibuang juga lebih banyak.
    AC konvensional 1 pk pada umumnya memerlukan daya 800 – 880 watt. Dibandingkan AC konvensional, type Low Wattage lebih hemat listrik ± 20% dengan catatan, ada hal-hal yang harus diperhatikan :
·         Instalasi pipa AC yang menghubungkan unit indoor dan outdoor < 10 mtr
·         Selisih ketinggian antara unit outdoor dan indoor < 3 mtr
·         Outdoor lebih berisik
·         Laju pendinginan saat pertama dinyalakan lebih lambat

b.       AC Inverter
    Teknologi inverter sudah umum dipakai industri dalam proses produksi dengan tujuan lebih cepat, lebih hemat dan lebih akurat, tetapi  harga lebih mahal. Dan teknologi ini digunakan juga dalam bidang AC, yang memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan AC konvensional.
     Inverter yang terdapat di dalam unit AC merupakan alat/komponen untuk mengatur kecepatan motor-motor listrik. Disini inverternya terdiri dari Rectivier dan Pulse-width modulator. Dengan menggunakan inverter motor listrik menjadi variable speed, kecepatannya bisa diubah-ubah atau disetting sesuai dengan kebutuhan.

Cara kerja AC inverter
 AC inverter menggunakan kompresor dengan arus DC (arus searah). Berbeda dengan kompresor dengan arus AC (Alternating Current/ arus bolak balik) yang mempunyai kecepatan putaran motor yang konstant,  motor DC kompresor mempunyai kecepatan putaran yang dapat diatur oleh seberapa besar arus listrik yang diberikan. Dan  yang kedua adalah regulasi (pengaturan), yaitu mengatur berapa arus listrik yang diberikan kepada kompresor.
  Yang dijadikan parameter adalah perbedaan suhu, yaitu antara suhu ruangan yang sebenarnya dan suhu yang kita inginkan (suhu yang tertera di remote AC). Jika perbedaan suhunya besar, maka arus yang diberikan juga besar, supaya kompresor bekerja full power/lebih cepat
Setelah beberapa saat suhu kamar turun (menjadi lebih dingin), sehingga perbedaan suhunya juga menjadi lebih kecil, maka arus menjadi lebih kecil, supaya kompresor bekerja slow down. Demikian seterusnya, pada akhirnya kompresor bekerja setengah hati dengan penggunaan arus listrik yang minimal. Sehingga pemakaian listrik Lebih Hemat. dibandingkan AC konvensional, type AC Inverter lebih hemat listrik ± 60%
 AC konvensional menggunakan thermostat untuk menjaga suhu kamar yang kita inginkan. Dalam arti, suhu yang di set sudah tercapai, maka kompresor mati. Setelah beberapa lama kamar menjadi kurang dingin, kompresor menyala kembali. Pada AC inverter dengan regulasinya, kompresor tidak pernah mati-nyala, suhu kamar lebih stabil. Sehingga kedinginannya lebih akurat.

Keuntungan dari AC Inverter
  Teknologi AC Inverter adalah teknologi yang terintegrasi di dalam unit outdoor yang ada di AC, yang mempunyai beberapa keuntungan diantaranya:
·         Waktu yang lebih cepat untuk mencapai suhu ruangan yang kita inginkan.
·         Tarikan pertama pada listrik 1/3 lebih rendah dibandingkan AC yang tidak menggunakan teknologi inverter.
·         Dapat menghindari beban yang berlebihan pada saat AC dijalankan.
·         Fluktuasi temperatur hampir tidak terjadi. Daya listrik yang digunakan dalam AC konvensional sangat berfluktuasi sehingga dapat dikatakan suatu hal pemborosan. Sedang pada AC dengan teknologi inverter, suhu ruangan yang telah di-set dapat dijaga suhunya sehingga kerja unit outdoor tidak berat dan pada akhirnya dengan fluktuasi suhu yang kecil (hampir dikatakan NOL), otomatis akan lebih menghemat listrik.
·         Hemat Listrik
AC Inverter mampu menghemat pemakain listrik hingga 50% dibandingkan dengan AC Non Inverter. Cara kerja dari inverter tersebut adalah menghilangkan siklus start-stop seperti pada AC konvensional. Pada AC konvensional, motor kompresor segera berhenti bila AC telah mencapai suhu dingin, dan segera ‘bekerja’, lagi bila suhu menjadi panas. Untuk memutar motor kompresor, setiap kali berputar diperlukan daya 900 Watt (untuk kapasitas 1 PK) dan berulang setiap kali kompresor mati. Sedangkan AC Inverter tetap menjalankan motor kompresor tetapi dengan mengubah arus AC (arus bolak-balik) menjadi arus DC (searah) dan menyesuaikan putaran sesuai frekuensi dengan bantuan mikrokontroler. Untuk start awal hanya butuh daya 750 watt, dan untuk menjaga suhu optimal hanya butuh daya 300 watt saja. Dengan memotong siklus start-stop inilah penghematan listrik dapat tercapai.
·         Ramah Lingkungan
AC Inverter dirancang untuk ramah terhadap lingkungan seperti kebisingan. Disini AC Inverter dirancang untuk menekan tingkat kebisingan akibat motor kompresor yang terus berputar. AC inverter telah dirancang untuk berputar pada putaran yang lebih ringan, karena harus dapat berputar dengan arus DC. Karena berputar lebih ringan, maka suara yang dihasilkan juga lebih halus. Berbeda dengan AC konvensional yang mengandalkan arus AC, sehingga setiap kali memulai siklus start-stop, motor kompresor akan memulai bekerja dengan beban yang lebih berat.
·         Pintar / cerdas
Pada AC inverter memiliki fitur sensor dan filter udara.
Ø  Fitur Sensor
AC Inverter dengan fitur sensor mampu mendeteksi keadaan suhu lingkungan dengan cepat, pencapaian suhu pendinginan yang lebih cepat (1.5 kali lebih cepat dari AC Non Inverter), dan mampu menjaga suhu dingin tanpa mematikan kompresor. Bila waktu lebih cepat, otomatis listrik yang digunakan juga lebih hemat. AC inverter dapat mencapai suhu dingin dengan waktu lebih cepat karena suhu dingin dijaga. Tidak seperti AC konvensional yang langsung mematikan kompresor begitu suhu dingin tercapai, AC inverter masih tetap berputar (dengan memakai arus DC, bukan arus AC) dan menjaga suhu pada kisaran yang diinginkan.
Ø  Fitur filter udara
Dengan fitur Filter Udara, sensor akan mencari partikel berbahaya seperti debu, jamur, bakteri, alergen atau jasad renik yang berada di udara. Kemudian melepas ion negatif yang akan menangkap, lalu melumpuhkan partikel berbahaya tadi, dan menyerapnya melalui filter yang telah diberi muatan positif sehingga menjaga udara tetap bersih dan segar.


c.        AC VRV System
       VRV merupakan singkatan dari Variable Refrigerant Volume yang artinya sistem kerja refrigerant yang berubah-ubah. VRV system adalah sebuah teknologi yang sudah dilengkapi dengan CPU dan kompresor inverter dan sudah terbukti menjadi handal, efisiensi energi, melampaui banyak aspek dari sistem AC lama seperti AC Sentral, AC Split, atau AC Split Duct. Jadi dengan VRV System, satu outdoor bisa digunakan untuk lebih dari 2 indoor AC.

(dari berbagai sumber)


Rabu, 13 Februari 2013

MENDESAIN PENGGUNAAN EKHAUST FAN & CEILING FAN DALAM RUANGAN /GEDUNG

Dalam memilih exhaust fan, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah luas ruangan dan fungsi dari ruangan tersebut. Fungsi ruangan tersebut untuk apa? Apakah untuk umum (publik), ruangan kinik, Bioskop dan lain lain. Setelah itu kita mendesain kapasitas kebutuhan ekhaust fan tersebut.

Luas dan fungsi ruangan menentukan seberapa besar  Air Change Rate  (ACR)  atau tingkat keperluan pertukaran udara yang ditulis dalam satuan ACH (air changes per hour)

Berikut ini  adalah  langkah  langkah  dalam  mendesain dan menentukan kapasitas kebutuhan ekhaust fan atau ceiling fan dalam ruangan atau gedung.

1.     Menentukan Kapasitas kebutuhan ekhaust & Ceiling Fan

Yang pertama kali adalah menghitung kapasitas fan tersebut dalam ruangan (dalam CFM (Cubic Feet per minute)).




Air Change Rate per Hour dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:

ACR = 60 x CFM /V

Dimana:
ACR      =  Air Change Rate per Hour

CFM      =  Cubic Feet per Minute ( menggunakan sistem british)

V            =  Volume ruangan dalam Feet
               = panjang x lebar x tinggi (pxlxt) dalam satuan Feet

1 Meter  =  3,28 Feet

Dari rumus tersebut diatas dapat ditentukan rumus dalam menentukan CFM

CFM =  V x ACR/60

         = (p x l x t) x ACR / 60


Contoh:
Ruangan sebuah ruang rawan inap /klinik sebuah rumah sakit  dengan panjang ruangan (p) = 8,2 meter, lebar (l) = 7,5 meter, dan tinggi ruangan (t) = 4,2 meter.
Berapa kapasitas  ekhaust (dalam CFM)  yang digunakan dalam ruangan tersebut?
Jawab
Panjang (p) = 8,2 x 3,2 feet = 26,9 feet
Lebar (l)      = 7,5 x3,28 feet = 24,6 Feet
Tinggi (t)    = 4,2 x 3,28 feet = 13,8 feet

V = 26,9 x24,6 x13,8 feet
   =  1111,6 feet

ACR untuk ruangan klinik (medical Clinic) / ruang inap rumah sakit adalah 8 – 12

kapasitas ekhaust yang digunakan adalah:

CFM  = V x ACR / 60
 
Level bawah
         =  1111,6 x 8 /60   = 148,2

Level atas
        = 1111,6 x 12 /60   = 222


Jadi kapasitas ekhaust fan kebutuhan ruangan tersebut antara 148, 2 CFM hingga 222 CFM atau sekitar 200 CFM


2.  Hal Hal Spesifik
Dalam memilih exhaust fan,  disamping luas ruangan dan fungsi dari ruangan tersebut, maka harus diperhatikan juga hal hal spesifik sebagai berikut.

Spesifikasi exhaust fan  yang harus diperhatikan yaitu:

  • Konsumsi listrik (watt).
  • RPM yaitu rotation per minute atau putaran kipas per menit. Semakin tinggi RPM, semakin cepat sebuah exhaust fan menarik udara.
  • Noise atau tingkat keberisikan suara exhaust fan dalam satuan desibel (db).
  • Air volume, yaitu volume udara yang mampu ditarik oleh exhaust fan. Volume udara biasanya ditulis dalam satuan CFM (Cubic Feet per minute) atau CMM (meter kubik per menit) atau CMH (meter kubik per jam).

3. TABEL ACR (AIR CHANGE RATES) GEDUNG / RUANGAN



NO
BUILDING /ROOM
AIR CHANGE RATES (ACR)
(1/ hr)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69

All spaces in general
Court Houses
Attic spaces for cooling
Dental Centers 8 - 12
Auditoriums
Department Stores
Bakeries
Dining Halls
Banks
Dining rooms (restaurants)
Barber Shops
Dress Shops
Bars
Drug Shops
Beauty Shops
Engine rooms
Boiler rooms
Factory buildings, ordinary 2 - 4
Bowling Alleys
Factory buildings, fumes and moisture
Cafeterias
Fire Stations
Churches
Foundries
Club rooms
Galvanizing plants
Clubhouses
Garages repair
Cocktail Lounges
Garages storage
Computer Rooms
Homes, night cooling
Laundries
 Jewelry shops
Libraries, public
Kitchens
Lunch Rooms
Restaurants
Luncheonettes
Retail
Nightclubs
School Classrooms
Malls
 Shoe Shops
Medical Centers
Shopping Centers
Medical Clinics
Shops, machine
Medical Offices
Shops, paint 15 - 20
Mills, paper
Shops, woodworking 5
Mills, textile general buildings
Substation, electric
Mills, textile dye houses
 Supermarkets
Municipal Buildings
 Town Halls
Museums
Taverns
Offices, public
Theaters
Offices, private 4 Turbine rooms, electric
Police Stations
 Warehouses
Post Offices
 Waiting rooms, public
Precision Manufacturing
Pump rooms

Min 4
4 - 10
12 - 15
 8 - 12
 8 – 15
 6 - 10
 20
12 -15
4 – 10
 12
6 - 10
 6 - 10
20 – 30
 6 - 10
 6 - 10
 4 - 6
15 - 20
 2 – 4
10 - 15
10 - 15
12 - 15
 4 - 10
8 – 15
15 - 20
12
20 - 30
20 - 30
20 - 30
20 - 30
4 - 6
15 - 20
10 - 18
10 – 15
 6 - 10
 4
15 - 60
12 -15
8 - 12
12 -15
 6 - 10
 20 - 30
 4 - 12
6 – 10
 6 - 10
8 – 12
 6 - 10
 8 – 12
 5
8 - 12
15 - 20
15 - 20
5
4
5 – 10
 15 - 20
 4 - 10
 4 - 10
 4 - 10
 12 -15
20 - 30
 3
 8 – 15
 5 - 10
 4 - 10
 2
 4 - 10
 4
10 - 50
 5




































































By Adeng Lukmantara
Sumber: www.engineeringtoolbox.com dan lainnya